Maqâm Ibrahim—`Alaihis salâm

22/11/2021| IslamWeb

Maqâm Ibrahim adalah batu yang dahulunya digunakan oleh Nabi Ibrahim—`Alaihis salâm—untuk tempat berpijak ketika sedang membangun Ka`bah. Hal itu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas—Semoga Allah meridhainya—dari Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam—tentang kisah Nabi Ibrahim—`Alaihis salâm—dalam membangun Ka`bah. Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam—bersabda, "Lalu mereka berdua (Ibrahim dan Isma'il) meninggikan pondasi rumah suci tersebut. Isma`il membawakan batu-batu, sedangkan Ibrahim membangunnya. Ketika bangunan itu sudah tinggi, Isma`il membawa batu ini (yaitu Maqâm Ibrahim), lalu meletakkannya untuk menjadi pijakan Ibrahim. Lalu Ibrahim pun berdiri di atasnya dan terus membangun, sedangkan Isma`il membawakan batu-batu kepadanya. Mereka berdua membangun rumah tersebut seraya mengucapkan, 'Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'. Mereka berdua terus membangun, hingga memutari rumah tersebut, seraya mengucapkan, 'Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'." [HR. Al-Bukhâri]

Allah—Subhânahu wata`âlâ—telah memuliakan batu Maqâm Ibrahim tersebut dengan menjadikannya sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran-Nya. Allah—Subhânahu wata`âlâ—berfirman (yang artinya): "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqâm Ibrahim." [QS. Âli `Imrân: 96-97]. Allah—Subhânahu wata`âlâ—juga telah memerintahkan untuk menjadikannya sebagai tempat shalat, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqâm Ibrahim sebagai tempat shalat." [QS. Al-Baqarah: 125]

Sebuah hadits diriwayatkan dari Jabir—Semoga Allah meridhainya, ia berkata ketika menggambarkan haji yang dilakukan oleh Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam, "Ketika kami sampai di Ka`bah bersama beliau, beliau lantas menyentuh hajar aswad, lalu mengelilingi Ka`bah dengan berlari-lari kecil sebanyak tiga kali, dan dengan berjalan sebanyak empat kali, kemudian beliau menuju Maqâm Ibrahim dan membaca ayat (yang artinya): "Dan jadikanlah sebagian Maqâm Ibrahim sebagai tempat shalat." Lalu beliau menjadikan Maqâm Ibrahim berada di tengah-tengah antara beliau dengan Ka`bah. Dan di situlah beliau melakukan shalat dua rakaat; rakaat pertama membaca surat qul huwallâhu ahad dan rakaat kedua membaca surat qul yâ ayyuhal kâfirûn." [HR. Muslim]

 

www.islamweb.net