Bangga Diri Adalah Perangkap Syetan

2-9-2026 | IslamWeb

Pertanyaan:

Assalamu`laikum warahmatullah wabarakatuh.
Saya seorang pemuda yang tinggal di dunia Barat dan alhamdulillah teguh menjalankan ajaran Agama. Saya bekerja di universitas tempat saya belajar. Saya bekerja di sebuah labor komputer bersama seorang perempuan. Ia seringkali bertanya kepada saya pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan komputer, sehingga saya duduk bersamanya di depan komputer. Akan tetapi, alhamdulillâh, saya tidak menyentuh perempuan itu. Saya memposisikan diri agak jauh darinya. Apakah saya boleh mengajarkannya? Sebagai informasi, labor komputer tersebut adalah tempat terbuka, di dalamnya terdapat banyak pelajar, bukan tempat yang terpencil. Selain itu, perempuan tersebut adalah seorang nasrani, bukan muslimah. Saya tidak pernah berpikir melakukan dosa apa pun dengannya. Saya hanya mengajarnya.

Jawaban:

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention telah mengingatkan akan fitnah (godaan) kaum perempuan dengan sabda beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Usamah ibnu Zaid  may  Allaah  be  pleased  with  them, "Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki melebihi perempuan." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Karena itu, seorang muslim tidak boleh tertipu oleh kemampuan dirinya, atau percaya diri secara berlebihan, sehingga membuatnya memandang baik berbicara dengan kaum perempuan dan duduk di dekat mereka, karena itu termasuk fitnah, baik ia sadari maupun tidak. Laki-laki telah diciptakan dengan fitrah menyukai perempuan dan merasa nyaman dengannya. Jika fitrah itu ditambah dengan adanya pembicaraan dengan perempuan serta duduk di sampingnya, dan itu dilakukan berkali-kali, maka keselamatan dari bahaya sangatlah sulit dan jarang terjadi. Bagaimana ia akan selamat, sementara kondisi semacam ini pasti selalu membuatnya berinteraksi dengan si perempuan lebih dari sekedar pandangan sekilas? Apalagi dengan perempuan nasrani yang tidak pernah mengenal hijab.

Perkataan Anda bahwa Anda tidak pernah berpikir untuk melakukan maksiat apa pun dengannya adalah perkataan yang tidak tepat, karena keharaman dalam hal ini tidak terbatas hanya pada melakukan zina. Tetapi termasuk perbuatan maksiat juga adalah memandang kepadanya, memegangnya, dan menikmati saat-saat mendengar suaranya. Semua ini termasuk perbuatan zina, sebagaimana sabda Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention, "Zina mata adalah memandang, zina lisan adalah berbicara, sementara nafsu berangan-angan dan menginginkan, dan kemaluan akan membuktikan hal itu atau mendustakannya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Maka bersegeralah untuk menghentikan hubungan ini. Jagalah diri Anda dari fitnah. Semoga Allah melindungi kita semua dari segala macam fitnah dan kejahatan.

Wallahu a`lam.

www.islamweb.net