Islam Web

Artikel

  1. Home
  2. Artikel
  3. POKOK BAHASAN
  4. Islam

Syarat-Syarat La Ilaha Illallah

Syarat-Syarat La Ilaha Illallah

Ketahuilah bahwa Kalimat Tauhid ini tentunya memiliki syarat-syarat (sah dan diterimanya), layaknya syarat-syarat shalat, syarat-syarat haji, dan syarat-syarat ibadah-ibadah lainnya. Syarat Kalimat Tauhid ini ada tujuh:

1. Mengetahui makna kalimat tersebut bahwa tiada Tuhan sesembahan yang haq dalam wujud ini selain Allah, dan menyembah hanya kepada-Nya. Allah—Subhanahu wata`ala—berfirman (yang artinya): “Maka ketahuilah bahwa: tiada Ilâh (Tuhan sesembahan yang haq) selain Allah.” [QS. Muhammad: 19].

2. Meyakini kalimat tersebut dengan sebenar-benarnya bahwa tiada sesembahan yang haq selain Dia. Allah—Subhanahu wata`ala—berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya orang-orang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” [QS. Al-Hujurat: 15].

3. Menerima kalimat tersebut sepenuh hati dan tidak menolaknya. Kalimat ini pernah disampaikan kepada orang-orang Quraisy, namun mereka menolaknya dan berkata: “Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan hanya satu Tuhan saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” [QS. Shad: 5].

4. Patuh dan tunduk kepada Allah dan menjauhi kesyirikan. Allah—Subhanahu wata`ala—berfirman (yang artinya): “Dan kembalilah kalian kepada Tuhan kalian dan berserah dirilah kepada-Nya...” [QS. Az-Zumar: 54].

5. Membenarkan kalimat tersebut dan tidak mendustakannya, serta membenarkan dan mempercayai Nabi yang diutus membawanya. Allah—Subhanahu wata`ala—berfirman (yang artinya): “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka ttulah orang-orang yang bertaqwa.” [QS. Az-Zumar: 33]. Dalam hadits disebutkan: “Tak seorangpun yang bersaksi bahwa tiada Ilâh selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, mempercayai dan membenarkannya sepenuh hati, niscaya Allah akan mengharamkannya disentuh api Neraka.”

6. Ikhlas yang menafikan kesyirikan. Allah—Subhanahu wata`ala—berfirman (yang artinya): “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (jauh dari syirik).” [QS. Al-Bayyinah: 5]. Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda, “Barang siapa mengucapkan: Lâ ilâha illallâh dengan penuh ikhlas dari hatinya maka ia akan masuk Surga.” Abu Hurairah  may  Allaah  be  pleased  with  them bertanya: “Siapakah orang yang paling berbahagia dengan mendapat syafaat Anda wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang yang mengucapkan: La ilaha illallah dengan penuh ikhlas dari hatinya.”

7. Mencintai Kalimat Tauhid tersebut, mencintai ahlinya, mencintai dan membenci karena Allah, membela dan memusuhi karena Allah. Dalam hadits disebutkan: “Tiga sifat yang apabila ada pada diri seseorang maka ia akan merasakan lezatnya iman: ia mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari segalanya...”

Itulah tujuh syarat-syarat Kalimat Tauhid yang harus dipenuhi supaya syahadat terwujud, diterima dari pengucapnya dan memberikan buahnya. Tanpa syarat-syarat tersebut maka ia tidak akan bermanfaat bagi pengucapnya. Lihatlah bagaimana orang-orang munafik mengucapkan La ilaha illallah, akan tetapi mereka tidak memenuhi syarat-syaratnya sehingga kalimat tersebut tidak bermanfaat bagi mereka. Bahkan mereka akan disiksa di dasar neraka yang paling bawah. Lihatlah pula Fir`aun yang berkata pada saat nafas berada di tenggorokannya: “Hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia: ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil...” [QS. Yunus: 90], tetapi kalimat tersebut tidak mendatangkan manfaat baginya. Bahkan ia menggiring kaumnya ke Neraka: “Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu menggiring mereka ke dalam Neraka, dan Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.” [QS. Hud: 98].

Ya Allah, jadikanlah kami tergolong ahli La ilaha illallah, orang-orang yang mendakwahkannya, hidup dan mati di atasnya, masuk Surga dengannya, serta tergolong orang yang telah merealisasikan syarat-syaratnya. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi Maha mengabulkan doa.

Artikel Terkait