Segala puji bagi Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Penerima Tobat. Dia yang menghidupkan, mematikan, dan kepada-Nya tempat kembali. Dia menjadikan dunia sebagai negeri untuk beramal dan berusaha, serta akhirat sebagai negeri balasan dan pahala. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Muhammad bin Abdullah, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.
Persiapan Sebelum Keberangkatan
Sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang telah bertekad menunaikan ibadah haji untuk mengawalinya dengan bertobat kepada Allah, mengembalikan hak-hak orang lain yang pernah dizalimi (raddul mazhalim), melakukan introspeksi diri, melunasi utang, serta menyiapkan nafkah yang cukup dari harta yang halal. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak menjadi beban bagi orang lain, bahkan dianjurkan untuk melebihkan bekal agar dapat berbuat baik kepada sesama, terutama rekan seperjalanan.
Jemaah juga tidak boleh berangkat sebelum meninggalkan nafkah yang mencukupi bagi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya hingga waktu kepulangan. Nabi
bersabda: "Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menahan nafkah (makanan) bagi orang yang menjadi tanggungannya." (HR. Muslim). Selain itu, pilihlah teman perjalanan yang saleh yang dapat membantu dalam kebaikan serta menjauhkan diri dari perdebatan, kemarahan, dan perkataan yang tidak bermanfaat.
Adab Perjalanan dan Doa Safar
Disunahkan saat menaiki kendaraan (pesawat, mobil, dan lainnya) untuk membaca "Bismillah", dan saat telah duduk stabil membaca "Alhamdulillah", lalu membaca doa: "Subhaanal-ladzii sakh-khara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun." (QS. Az-Zukhruf: 13-14). Disunahkan pula membaca doa safar sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah
.
Tata Cara di Miqat dan Berihram
Setibanya di Miqat, disunahkan untuk:
1. Mandi sunah ihram dan membersihkan diri.
2. Merapikan janggut, memotong kuku, dan merapikan kumis.
3. Bagi Laki-laki: Melepaskan seluruh pakaian berjahit (al-makhith) yang membentuk lekuk tubuh (seperti kemeja, celana, maupun kaos kaki). Kenakanlah dua lembar kain putih yang bersih, satu sebagai sarung (izar) dan satu sebagai selendang (rida).
4. Menggunakan wewangian pada anggota tubuh sebelum berniat ihram dan membaca talbiah. Setelah berniat, penggunaan wewangian menjadi terlarang.
5. Memilih salah satu dari tiga jenis manasik: Qiran, Ifrad, atau Tamattu'.
Lafal Talbiah:
"Labbaika Allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak."
Larangan-larangan Saat Ihram (Mahzhuratul Ihram)
Terdapat sembilan hal yang wajib dijauhi oleh orang yang sedang berihram:
1. Mengenakan pakaian berjahit (bagi laki-laki): Seperti kemeja dan celana. Celana hanya diperbolehkan bagi laki-laki yang tidak menemukan kain sarung karena kondisi darurat.
2. Menggunakan wewangian: Baik pada tubuh maupun pakaian, termasuk sengaja menghirup bau wewangian.
3. Menghilangkan rambut atau memotong kuku: Berlaku untuk seluruh anggota tubuh.
4. Menutup kepala (bagi laki-laki): Dengan penutup yang melekat (seperti peci atau sorban). Adapun berteduh di bawah tenda atau payung diperbolehkan. Bagi wanita, ihramnya adalah pada wajahnya, namun wajib menutup wajah dengan menjulurkan kerudung jika berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahram.
5. Melangsungkan akad nikah: Baik untuk dirinya sendiri maupun menikahkan orang lain.
6. Berhubungan suami istri (Jima'): Hal ini membatalkan haji jika dilakukan sebelum tahallul pertama.
7. Bercumbu (tanpa jima'): Seperti bersentuhan atau memandang dengan syahwat. Perbuatan ini diharamkan meski tidak membatalkan haji.
8. Memburu atau membunuh hewan darat: Adapun hewan pengganggu (fasiq) seperti gagak, tikus, kalajengking, ular, dan anjing buas boleh dibunuh.
9. Menebang pohon atau memotong tumbuhan hijau di Tanah Haram: Larangan ini berlaku baik bagi orang yang sedang berihram maupun yang tidak berihram. Namun, diperbolehkan memotong dahan yang mengganggu jalan umum.
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa meraih rida-Nya dan menjauhkan kita dari segala sebab murka dan siksa-Nya.


Artikel

