Manfaat dan Hikmah Zakat

0 0

Berikut ini beberapa manfaat dan hikmah zakat dalam konteks pribadi dan sosial kemasyarakatan:

1.    Zakat menyempurnakan keislaman seorang hamba, karena ia merupakan salah satu rukun Islam. Apabila seorang muslim mengamalkannya maka sempurnalah keislamannya. Dan sudah barang tentu ini merupakan tujuan utama setiap muslim. Setiap muslim pasti berusaha untuk menyempurnakan Agamanya.

2.    Zakat merupakan bukti ketulusan iman pelakunya, sebab harta merupakan sesuatu yang sangat dicintai oleh manusia, dan sesuatu yang dicintai tidak mungkin dikorbankan kecuali untuk mendapatkan sesuatu yang setara atau lebih berharga darinya. Itulah sebabnya zakat juga dinamakan dengan sedekah, karena ia membuktikan kejujuran usaha pelakunya untuk mendapatkan keridhaan Allah.

3.    Zakat dapat membersihkan akhlak pelakunya, mengeluarkannya dari golongan orang-orang bakhil, lalu memasukkannya ke dalam golongan orang-orang dermawan. Sebab apabila seseorang telah membiasakan diri untuk memberi, baik pemberian itu berbentuk ilmu, harta, maupun kedudukan, maka sikap itu akan menjadi tabiat dan kebiasaannya, bahkan jiwanya merasa tidak nyaman jika satu hari saja tidak melakukan kebiasaan memberi itu. Seperti seorang pemburu yang sudah terbiasa berburu; jika pada suatu hari ia terlambat berangkat berburu, hatinya sedih. Begitu juga dengan orang yang membiasakan dirinya untuk berbuat dermawan, hatinya akan tertekan apabila pada suatu hari ia tidak memberikan hartanya, kedudukannya, atau pertolongannya kepada orang lain.

4.    Zakat dapat melapangkan dada. Apabila seseorang terbiasa memberikan sesuatu, terutama harta, niscaya hatinya akan merasa lapang. Dan hal ini merupakan fakta sudah terbukti benar. Tetapi syaratnya adalah bahwa pemberian itu harus diberikan dengan perasaan senang dan ridha. Bukan memberi dengan hati yang masih berat untuk melepasnya. Imam Ibnul Qayyim mengatakan di dalam kitabnya "Zâdul Ma`âd" bahwa pengorbanan dan kedermawanan merupakan salah satu penyebab lapangnya dada, tapi hal ini tidak akan dirasakan kecuali oleh orang-orang yang memberi dengan rela dan senang hati. Ia mengeluarkan harta dari hatinya sebelum mengeluarkannya dari tangannya. Adapun orang yang mengeluarkan harta dari tangannya tetapi masih tergantung di dalam hatinya, maka ia tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa dari pemberian itu.

5.    Zakat dapat menjadikan manusia sebagai mukmin yang sempurna. Sebagaimana sabda Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam, "Tidak beriman salah seorang kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia cintai untuk dirinya." [HR. Muslim]. Sebagaimana Anda suka menafkahkan harta untuk memenuhi kebutuhan Anda, Anda juga suka untuk memberikan harta itu untuk kebutuhan saudara Anda. Dengan demikian, sempurnalah derajat keimanan Anda.

6.    Zakat merupakan salah satu sarana untuk masuk Surga. Sebab Surga itu diberikan kepada: "Orang yang baik perkataannya, suka menyebarkan salam, memberi makan, dan melakukan shalat malam ketika manusia sedang tidur." [HR. Ahmad dan At-Tirmidzi]. Dan semua kita pasti berusaha untuk masuk Surga.

7.    Zakat dapat membuat masyarakat Islam menjadi laksana satu keluarga, yang kuat membantu yang lemah, dan yang kaya memberi yang miskin. Sehingga setiap manusia merasakan bahwa ia mempunyai saudara yang wajib ia perlakukan dengan baik sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya. Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—berfirman (yang artinya): "Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu." [QS. Al-Qashash: 77]. Dengan demikian, semua umat Islam pun hidup di dalam ikatan satu keluarga. Inilah yang dinamakan oleh orang-orang sekarang dengan takaful (solidaritas) sosial. Zakat merupakan sarana terbaik untuk itu, karena manusia mengeluarkannya sebagai penunaian kewajiban, sekaligus memberi manfaat kepada saudara-saudaranya.

8.    Zakat dapat memadamkan api kemarahan kaum fakir miskin, karena seorang yang fakir tentu merasa cemburu ketika melihat seseorang bisa mengendarai kendaraan apa pun yang ia mau, menginap di istana megah, dan memakan makanan serba enak, sementara ia sendiri tidak punya apa-apa; tidak mengendarai apa-apa selain kakinya, tidak tidur kecuali di atas aspal, dan sejenisnya. Tentu saja kenyataan itu akan menimbulkan ganjalan di hatinya. Apabila orang-orang kaya datang mengunjungi orang-orang fakir, api kemurkaan mereka akan padam, dan amarah mereka akan reda. Mereka akan berkata: "Kami mempunyai saudara yang ikut merasakan penderitaan kami ketika susah." Lalu mereka pun akan menghormati dan mencintai orang-orang kaya.

9.    Zakat dapat menghalangi terjadinya tindak kriminal yang berhubungan dengan harta, seperti pencurian, pencopetan, perampokan, dan lain-lain. Karena orang-orang fakir telah mendapatkan bantuan untuk menutupi kebutuhan mereka. Mereka akan memaafkan orang-orang kaya karena telah membantu mereka, telah memberikan 2,5 % dari emas, perak, dan barang dagangan mereka, telah mengeluarkan 10% atau 5% dari hasil pertanian mereka, dan telah memberikan sekian banyak binatang ternak mereka. Kaum fakir miskin akan melihat betapa orang-orang kaya telah berbuat baik kepada mereka, sehingga tidak ada alasan untuk berbuat lancang terhadap orang-orang yang berada.

10.     Zakat membuat pelakunya selamat dari azab Neraka. Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wa sallam—bersabda, "Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya pada hari Kiamat." [HR. Ahmad] Beliau juga menyebutkan bahwa salah satu golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya adalah: "Seorang yang bersedekah dan ia menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

11.     Zakat membuat manusia terdorong untuk mempelajari hukum dan syariat Allah, sebab seseorang tidak akan mengeluarkan zakatnya kecuali setelah ia mengetahui hukum-hukumnya, jumlah hartanya, batasan nishabnya, orang-orang yang berhak menerimanya, dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan itu.

12.     Zakat dapat menyucikan harta. Maksudnya, mengembangkan harta secara lahir dan batin. Apabila seseorang menyedekahkan hartanya, maka sedekah itu akan menjaganya dari musibah, bahkan boleh jadi dengan itu, Allah akan menambah rezekinya. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam—bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang." [HR. Muslim]. Dan ini dapat kita saksikan dalam realita sehari-hari, betapa orang yang pelit akan kehabisan hartanya akibat kerugian besar, musibah kebakaran, atau ia menderita penyakit yang memakan biaya banyak.

13.     Zakat merupakan penyebab turunnya kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: "Tidak ada suatu kaum yang enggan mengeluarkan zakat harta mereka kecuali mereka akan terhalangi mendapatkan hujan dari langit." [HR. Ibnu Mâjah dan Al-Hâkim]

14.     Sedekah memadamkan kemurkaan Allah, sebagaimana disebutkan di dalam sebuah hadits shahîh: "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah." [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibbân]

15.     Zakat menolak su'ul khâtimah (kematian yang buruk). Dalam sebua hadits disebutkan: "Zakat dapat menolak su'ul khâtimah (akhir kehidupan yang buruk)." [HR. At-Tirmidzi dan Ahmad]

16.     Dalam hadits lain disebutkan bahwa zakat (sedekah) berkelahi dengan musibah yang turun dari langit, sehingga musibah itu tidak sampai ke bumi. [HR. Ath-Thabrâni]

17.     Zalat atau sedekah dapat menghapus dosa-dosa, sebagaimana sabda Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wa sallam: "Sedekah itu menghapus dosa-dosa seperti air memadamkan api." [HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasâ'i]

[Sumber: www.islamselect.net]

 

Artikel Terkait