Sambut Ramadhan dengan Kesehatan dan Hati yang Lapang

0 0

Lesu, sakit kepala, malas, mudah emosi, obesitas, manajemen waktu yang buruk, dan lain-lain merupakan hal-hal negatif yang bisa kita lihat pada sebagian umat Islam di hari pertama bulan suci Ramadhan. Gejala-gejala itu bahkan kadang terus berlanjut sampai akhir Ramadhan! Mungkin penyebab paling penting dari fenomena ini adalah kondisi fisiologis yang direfleksikan oleh tubuh kepada perilaku Anda selama berpuasa, disebabkan oleh beberapa kebiasaan yang keliru. Terlalu banyak mengkonsumsi minuman stimulan (perangsang), seperti teh dan kopi, merokok, makan tidak teratur, dan makan terlalu banyak, semuanya adalah kebiasaan-kebiasaan keliru yang kita lakukan sepanjang tahun, dan bisa terus menyertai kita di bulan Ramadhan. Kita lupa atau seolah-olah melupakan bahwa semua itu adalah penyebab utama rendahnya kinerja dan vitalitas kita di siang hari bulan Ramadhan.

Saudaraku yang akan berpuasa, sebagaimana Anda setiap tahun terbiasa melakukan persiapan serta mempersenjatai diri dengan nilai-nilai keimanan dan kerohanian untuk menyambut bulan suci Ramadhan, mari belajar bersama kami, bagaimana mempersenjatai diri dengan bekal yang membuat Anda siap secara fisik dan pikiran untuk menyambut Ramadhan dengan kesehatan dan vitalitas. Di samping juga membebaskan tubuh Anda dan seluruh sistem tubuh dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan berbahaya yang sudah biasa Anda lakukan sepanjang tahun.

·           Secara bertahap, kurangilah jumlah minuman stimulan—yaitu mengandung zat kafein—yang Anda minum selama sehari. Ini akan mengurangi kadar kafein dalam darah secara bertahap. Sementara penurunan kafein secara tiba-tiba akan mempengaruhi suasana hati selama puasa, serta menyebabkan gejala pusing dan emosional. Misalnya, jika Anda minum tiga cangkir teh atau kopi, buatlah menjadi dua cangkir, kemudian satu cangkir selama bulan Sya`ban. Gantilah jumlah yang dikurangi tadi dengan minuman lain yang bermanfaat.

·           Jangan awali hari Anda dengan meminum minuman stimulan, seperti teh, kopi, nescafe, atau pepsi. Gantilah dengan minuman-minuman lain yang bermanfaat, seperti adas manis (anise) dan rosela (hibiscus sabdariffa);

·           Jika Anda seorang perokok, kurangilah konsumsi rokok secara bertahap sebelum Ramadhan. Karena penurunan kadar nikotin yang terdapat di dalam tembakau secara mendadak dengan disertai puasa bisa mempengaruhi suasana hati dan menyebabkan sakit kepala yang berat;

·           Sebisa mungkin, jauhkan jarak waktu antara mengkonsumsi minuman stimulan dengan merokok;

·           Sempurnakan ibadah Anda di bulan Ramadhan dan berhentilah merokok;

·           Dekatkan diri dengan Ramadhan dalam seluruh kebiasaan Anda. Siapkan sistem pencernaan Anda untuk waktu puasa dalam hal makan dan minum dengan cara berpuasa beberapa hari pada bulan Sya`ban;

·           Tidurlah dengan segera setelah shalat Isya dan berupayalah untuk bangun minimal satu jam sebelum shalat Subuh;

·           Makanlah sekedarnya sebelum shalat Subuh sekalipun Anda tidak berniat puasa. Ini bisa membantu untuk menunda sarapan, dengan tujuan membiasakan perut memulai pekerjaannya lebih lambat, sehingga Anda tidak merasa lapar dan haus di awal siang hari bulan Ramadhan.

·           Tunda makan malam sebisa mungkin jika Anda tidak berniat melakukan qiyamullail sebelum shalat shubuh, dengan ketentuan setidaknya satu jam sebelum tidur;

·           Obatilah masalah apa pun di mulut dan gigi sebelum masuk bulan Ramadhan;

·           Obatilah masalah kesehatan apa pun yang berkaitan dengan sistem pencernaan dan perut sebelum puasa dimulai;

·           Lakukan pemeriksaan ke dokter Anda sebelum mulai berpuasa jika Anda menderita suatu penyakit kronis atau sedang meminum obat medis apa pun;

·           Usahakan selalu untuk melambatkan makan sahur sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasullullah—Shallallâhu `alaihi wasallam—kepada kita;

·           Usahakan selalu pada waktu makan sahur untuk mengkonsumsi kacang-kacangan, seperti kacang parang (fûl) dan miju-miju (`adas, lentil), karena kacang-kacangan dapat menjaga kadar glukosa dalam darah untuk waktu yang lama, sehingga membantu Anda untuk menyempurnakan hari Anda dengan tetap fit dan energik;

·           Minumlah satu sendok madu pada waktu makan sahur, karena madu adalah satu-satunya bahan makanan yang mengandung zat gula yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara bertahap, sehingga dapat membantu Anda tetap bertahan dan fit selama siang hari bulan Ramadhan;

·           Pada waktu makan sahur, makanlah makanan berzat gula yang biasa dicerna secara lambat oleh tubuh, seperti pasta dan nasi. Makanlah juga sayuran untuk mempermudah proses pencernaan. Begitu pula buah-buahan. Selain itu, rajinlah mengkonsumsi susu dan produk-produk yang diolah dari bahan susu;

·           Pada waktu makan sahur, hindarilah makanan-makanan yang diawetkan dan banyak mengandung garam, seperti acar, keju, dan zaitun. Hindari juga kue-kue yang sangat manis, seperti konafa, baklava, kacang-kacangan, serta makanan-makanan yang berlemak atau digoreng. Karena makanan-makanan seperti ini dapat menyebabkan haus yang sangat pada waktu siang hari, sebagaimana juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan;

·           Rajinlah meminum air putih setelah makan sahur tanpa berlebihan, terutama di musim panas;

·           Segerakan berbuka dan mulailah dengan kurma. Jika tidak ada, mulailah dengan air putih, sesuai sabda Nabi—Shallallâhu `alaihi wasallam, "Siapa yang mendapati kurma, hendaklah ia berbuka puasa dengannya. Dan siapa yang tidak mendapati kurma, hendaklah ia berbuka dengan air putih, karena air itu suci."

·           Berbukalah dengan makanan yang ringan, seperti bubur. Kemudian bangkitlah untuk melaksanakan shalat Maghrib sehingga perut siap menerima makanan dan mulai memancarkan asam pencernaan. Dengan demikian, kita juga tidak mengejutkan perut dengan jumlah makanan yang banyak setelah rentang waktu puasa yang lama;

·           Biasakan diri Anda untuk mengkonsumsi hidangan berkuah (bubur) hangat sebelum memakan hidangan utama, agar ia menjadi alas dasar sebelum hidangan berbuka pada bulan Ramadhan. Bubur hangat mempersiapkan perut untuk melakukan tugasnya yang terputus sepanjang waktu puasa tanpa beban. Kemudian bangkitlah untuk melaksanakan shalat Maghrib sehingga perut pun siap menerima makanan dan mulai memancarkan asam pencernaan;

·           Jangan sampai berbuka dengan merokok atau meminum teh atau kopi, karena hal tersebut merangsang perut dengan cara yang salah, sehingga dapat semakin memperburuk kondisi Anda pada saat berpuasa;

·           Jangan pula berlebihan dalam makan dan minum selama bulan Ramadhan;

·           Lakukan aktivitas fisik jenis apa pun yang sederhana pada saat berpuasa. Misalnya aktivitas berjalan. Karena ini dapat membantu dalam menghasilkan energi bagi tubuh dengan cara mengeksploitasi pati hewani yang tersimpan dalam tubuh;

·           Biasakan diri Anda untuk tidur setelah shalat Tarawih, supaya Anda bisa bangun sebelum shalat Subuh untuk makan sahur;

·           Jangan terlalu banyak makan di malam hari, karena ini bisa mengurangi kenyamanan dan relaksasi untuk tidur yang tenang. Tidak makan terlalu banyak juga membuat Anda bisa bangun untuk melakukan shalat qiyamullail dengan penuh semangat dan energik;

·           Usahakan selalu agar waktu tidur Anda tidak kurang dari tujuh jam dalam sehari. Karena telah terbukti secara ilmiah bahwa mereka yang menderita gangguan suasana hati (mood) dan kinerja fisik, biasanya memiliki jam tidur kurang dari lima jam;

Sebagai penutup, saya ingatkan bahwa keinginan adalah unsur inti untuk mencapai keberhasilan dan perubahan. Selain itu, karena Ramadhan adalah bulan kedermawanan, maka suasananya selalu tepat untuk menanamkan sebuah pemikiran atau mengubah suatu kebiasaan buruk. Maka raihlah kesempatan emas ini. Mulailah dari sekarang untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan Anda, agar Anda bisa membungkusnya dengan pakaian keunggulan melalui bantuan berkah bulan mulia ini, tentunya dengan izin Allah—`Azza wajalla.

Teriring doa tulus kami, semoga kita senantiasa memperoleh bimbingan dan petunjuk. Dan semoga Allah menerima amal-amal shalih kita semua.

 

Artikel Terkait