Orang yang Bertaubat dari Suatu Dosa, Meskipun Dosa Besar, Allah Akan Tetap Menerima Taubatnya
No. Fatwa: 1882

  • Fatwa Tanggal:6-10-2019 - Safar 7, 1441
  • Rating:

Pertanyaan

Apakah akan diterima taubat seseorang yang menderita penyakit AIDS lantaran terjatuh ke dalam jurang perzinahan?

Jawaban

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Tidak ada satu pun dosa yang pelakunya bertaubat darinya dengan taubat yang sungguh-sungguh, betapa pun besar dosa itu, yang taubatnya tidak akan diterima oleh Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ. Ini merupakan bentuk karunia, rahmat, dan kedermawanan-Nya. Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—berfirman (yang artinya): "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan, kembalilah kalian kepada Tuhan kalian, serta berserah-dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepada kalian kemudian kalian tidak dapat ditolong (lagi)." [QS. Az-Zumar: 53-54]

Sebuah hadits diriwayatkan dari Abû Mûsâ—Semoga Allah meridhainya, bahwa Nabi—Shallallâhu `alaihi wasallam—bersabda, "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat pelaku dosa di siang hari, dan Dia membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat pelaku dosa di malam hari. Demikian seterusnya hingga matahari (nanti) terbit dari tempat terbenamnya (Hari Kiamat)." [HR. Muslim]

Karena itu, bertaubatlah kepada Tuhan Yang Maha-Agung dengan taubat yang sungguh-sungguh. Menyesallah atas segala dosa yang pernah Anda lakukan di masa lalu, niscaya Allah akan mengganti keburukan-keburukan itu dengan kebaikan-kebaikan. Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—berfirman (yang artinya): "Dan, (para hamba sejati Ar-Rahmân) adalah orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, serta tidak berzina. Barang siapa yang melakukan hal (dosa) itu niscaya ia mendapat (pembalasan) atas dosa-(nya). Akan dilipatgandakan adzab untuknya pada Hari Kiamat, dan ia akan kekal di dalam adzab itu dalam keadaan terhina. (Ini) kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti oleh Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. Al-Furqân: 68-70]

Sebuah hadits diriwayatkan dari Abû Hurairah—Semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam—bersabda, "Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya niscaya Allah akan menerima taubatnya." [HR. Muslim]

Hadits lain diriwayatkan dari Ibnu `Umar—Semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam—bersabda, "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba sebelum nafasnya tersendat di tenggorokan." [HR. At-Tirmidzi; Menurutnya: hasan]

Wallâhu a`lam.

Fatwa Terkait

Cari Fatwa

Anda dapat mencari fatwa melalui banyak pilihan